ARTIKEL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Artikel

Pengembangan Sistem Informasi Manajemen

 

Pendahuluan

Pengembangan Sistem Informasi Manajemen di lakukan melalui beberapa tahap-tahap:

Tahap awal dari pengembangan sistem umumnya di mulai dengan mendeskripsikan kebutuhan pengguna dari sisi pendekatan sistem rencana strategis yang bersifat makro dan penjelasan rencana strategis serta kebutuhan organisasi jangka menengah dan jangka panjang.Lazimnya untuk periode 3 sampai 5 tahun. Masukan (input) utama yang dibutuhkan dalam tahap ini, antara lain:

§  Kebutuhan strategis organisasi

§  Aspek legal pendukung organisasi

§  Masukan kebutuhan dari pengguna

Berikut ini penjelasan rencanaan sistem strategis:

§  Visi dan Misi Strategi pengembangan sistem membutuhkan keputusan politis dari pimpinan tertinggi yang telah dijelaskan dalam strategis aktivitas organisasi.

§  Analisis Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi serta Analisis Kompetensi  Analisis tugas pokok dan fungsi organisasi akan mengarah pada seberapa jauh pencapaian kinerja organisasi dapat dicapai dengan menggunakan trend-trend penting, resiko-resiko yang harus dihadapi dan potensi peluang yang dimiliki. Sedangkan, Analisis kompetensi akan memberikan gambaran yang lengkap mengenai efektivitas organisasi yang dapat dilihat dari empat hal, yaitu:

1.      Sumberdaya

2.      Infrastruktur

3.      Produk layanan/Jasa

4.      Kepuasan pelanggan/Masyarakat yang dilayani.

Tahap-Tahap Pengembangan Sistem

Pengembangan Sistemterdiri dari tahap-tahap berikut:

 

1.      Tahap Perencanaan Tahap ini merupakan suatu rangkaian kegiatan sejak ide pertama yang melatarbelakangi pelaksanaan pengembangan sistem tersebut. Dalam tahap perencanaan pengembangan sistem harus mendapatkan perhatian yang sama besarnya dengan merencanakan proyek-proyek besar lainnya, seperti: perencanaan pengadaan perangkat jaringan teknologi informasi (TI), rencana membangun gedung kantor 15 tingkat.Keuntungan-Keuntungan yang diperoleh jika proyek pengembangan sistem informasi direncanakan secara matang, meliputi:

 

§  Ruang lingkup proyek dapat ditentukan secara jelas dan tegas. Unit organisasi kegiatan ataupun sistem yang mana yang akan dilibatkan dalam pengembangan ini dan unit mana yang tidak akan dilibatkan. Informasi ini dapat memberikan perkiraan awal besarnya sumber daya yang diperlukan.

§  Dapat mengidentifikasi wilayah/area permasalahan potensial. Perencanaan yang mungkin bisa terjadi suatu kesalahan, sehingga bias dapat dicegah sejak awal.

§  Dapat mengatur urutan kegiatan. Banyak sekali tugas-tugas terpisah, Maka agar dapat berjalan secara bersamaan diperlukan untuk pengembangan sistem. Tugas-tugas ini diatur dalam urutan logis berdasarkan prioritas informasi, kebutuhan, dan efisiensi.

§  Tersedianya sarana pengendalian. Tingkat pengukuran kinerja harus dipertegas sejak awal.

2.      Tahap Analisis Ada dua aspek yang menjadi fokus tahap ini, yaitu:

 

I.            Aspek Bisnis atau Manajemen mempelajari karakteristik organisasi yang bersangkutan. Tujuan dilakukannya langkah ini,yaitu:

§  Untuk mengetahui posisi atau peranan teknologi informasi yang paling sesuai dan relevan di organisasi.

§  Untuk mempelajari fungsi-fungsi manajemen dan aspek-aspek bisnis terkait yang akan berpengaruh terhadap proses desain, konstruksi, dan implementasi.

II.            Aspek Teknologi

Selama tahap analisis, sistem analis terus bekerjasama dengan manajer dan komite pengarah SIM terlibat dalam kegiatan yang penting sebagai berikut:

 

§  Menetapkan rencana penelitian sistem.

§  Mengorganisasikan tim proyek.

§  Mendefinisikan kebutuhan informasi.

§  Mendefinisikan kriteria kinerja sistem.

§  Menyiapkan usulan rancangan sistem.

§  Menyetujui atau menolak rancangan proyek pengembangan sistem.

Keluaran dari proses analisis di kedua aspek ini adalah masalah-masalah penting yang harus segera ditangani, penyebab analisis dan dampak permasalahan bagi organisasi, pemecahan masalah dengan kemungkinannya dan dampak risiko serta potensinya, dan solusi alternatif yang direkomendasikan.

3.      Tahap Perancangan/Desain Pada tahap ini, tim teknologi informasi bekerja sama dengan tim bisnis atau manajemen melakukan perancangan komponen-komponen sistem terkait. Tim teknologi informasi akan melakukan perancangan teknis dari teknologi informasi yang akan dibangun, seperti: sistem basis data, jaringan komputer, teknik konversi data, metode migrasi sistem, dan sebagainya. Sementara itu, secara paralel dan bersama-sama tim bisnis atau manajemen dan tim teknologi informasi akan melakukan perancangan terhadap komponen-komponen organisasi yang terkait, seperti: yang akan berpengaruh atau memiliki dampak tertentu terhadap proses desain, konstruksi, dan implementasi.

4.      Tahap Pembangunan Fisik/Konstruksi Berdasarkan desain yang telah dibuat, tahap konstruksi pengembangansistem yang sesungguhnya telah dibangun. Tim teknis merupakan tulang punggung pelaksanaan tahap ini, mengingat semua hal yang bersifat konseptual harus diwujudkan dalam suatu konstruksi teknologi informasi dalam skala yang lebih detail. Dari semua tahapan yang ada, tahap konstruksi inilah yang biasanya paling banyak melihatkan sumber daya terbesar, terutama dalam hal penggunaan SDM, biaya, dan waktu. Pengendalian terhadap manajemen proyek pada tahap konstruksi harus diperketat agar penggunaan sumber daya dapat berjalan efektif dan efisien. Bagaimanapun, hal ini akan berdampak terhadap keberhasilan proyek sistem informasi yang diselesaikan secara tepat waktu. Akhir dari tahap konstruksi ini biasanya berupa uji coba atas sistem informasi yang baru dikembangkan.

5.      Tahap Implementasi Tahap implementasi merupakan tahap yang paling kritis karena untuk pertama kalinya sistem informasi akan dipergunakan di dalam organisasi. Ada berbagai pendekatan untuk implementasi sistem yang baru didesain. Pekerjaan utama dalam implementasi sistem biasanya mencakup hal-hal sebagai berikut:

§  Merencanakan waktu yang tepat untuk implementasi.

§  Mengumumkan rencana implementasi.

§  Mendapatkan sumberdaya perangkat keras dan lunak.

§  Menyiapkan database.

§  Menyiapkan fasilitas fisik.

§  Memberikan pelatihan dan workshop.

§  Menyiapkan saat yang tepat untuk peralihan sistem.

§  Penggunaan sistem baru.

Pemberian pelatihan (training) harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat sebelum tahap implementasi dimulai. Selain untuk mengurangi resiko kegagalan, pemberian pelatihan juga berguna untuk menanamkan rasa memiliki terhadap sistem baru yang akan diterapkan. Dengan cara ini, seluruh jajaran pengguna akan dengan mudah menerima sistem tersebut dan memeliharanya dengan baik di masa yang akan mendatang.

6.      Tahap Pasca Implementasi Pengembangan sistem informasi biasanya diakhiri setelah tahap implementasi dilakukan. Namun, ada satu tahapan lagi yang harus dijaga dan diperhatikan oleh manajemen, yaitu tahap pasca implementasi.

Kegiatan yang dilakukan di tahap pasca implementasi adalah bagaimana pemeliharaan sistem akan dikelola.Seperti halnya sumber daya yang lain, sistem informasi akan mengalami perkembangan di kemudian hari, seperti: perubahan sistem, berpedoman ke sistem lain, perubahan hak akses sistem, dan penanganan terhadap fasilitas pada sistem yang rusak. Disinilah diperlukan dokumentasi yang memadai dan pemindahan pengetahuan dari pihak penyusun sistem ke pengguna untuk menjamin terkelolanya dengan baik proses-proses pemeliharaan sistem.

Dari perspektif manajemen, tahap pasca implementasi adalah berupa suatu aktivitas di mana harus ada personil yang dapat melakukan perubahan terhadap sistem informasi yang sejalan dengan perubahan kebutuhan bisnis yang dinamis.

 

Metode Pengembangan Perangkat Lunak

Metode-Metode pengembangan perangkat lunak pada dasarnya dibedakan menjadi dua, antara lain:

1.      Metode fungsi data (function data methods)  Pada intinya, metode fungsi data memberlakukan fungsi dan data secara terpisah. Metode ini dapat membedakan fungsi dan data. Fungsi pada prinsipnya adalah aktif dan memiliki perilaku, Sedangkan data adalah pemegang informasi pasif yang dipengaruhi oleh fungsi. Sistem biasanya dipilah menurut fungsi, di mana data dikirim di antara fungsi-fungsi tersebut. Fungsi kemudian dipilah lebih lanjut dan akhirnya diubah menjadi kode sumber (program computer). Sistem yang dikembangkan dengan metode fungsi data sering sulit pemeliharaannya. Kendala-kendala yang sering dihadapi dengan metode fungsi data antara lain:

§  Seluruh fungsi harus paham bagaimana data disimpan. Dengan kata lain, fungsi harus paham struktur datanya. Seringkali, dalam hal-hal tertentu tipe data yang berbeda memiliki format data yang sangat berbeda.

§  Manusia secara alami tidak berfikir secara terstruktur. Dalam kenyataannya, spesifikasi kebutuhan biasanya diformulasikan dalam bahasa manusia.

2.      Metode berorientasi objek (object-oriented methods) Metode berorientasi objek memberlakukan fungsi dan data secara ketat sebagai satu kesatuan. Metode berorientasi objek mencoba menstrukturkan sistem dari item-item yang ada dalam domain masalah. Metode ini biasanya sangat stabil dan perubahannya sangat sedikit Perubahan yang terjadi biasanya mempengaruhi hanya satu atau sedikit hal tertentu, yang artinya perubahan yang dibuat hanya terjadi secara lokal di sistem.

 

Referensi

G. Davis and M. Olson, Management Information Systems, 1984, 56.

G.A. Gorry and M.S. Scott, A Framework for Management Information Systems, Sloan Management Review, 13(1), Fall 1971, 5570.

        P.G.W. Keen, MIS Research: Reference Disciplines and A Cummulative Tradition, Proceedings of the First International Conference on Information Systems, E. Mc Lean (ed.), 1980, 918.

        J. Fedorowitz, Are There Barbarian at the Gates of Information Systems?, Panel 9 at International Conference on Information Systems, 1996.

        G. Davis, Information Systems Conceptual Foundations: Looking Backward and Forward, Organizational and Social Perpectives on Information Technology, R.L. Baskerville et. al. (eds), 2000, 6182.

        W. J. Orlikowski and C.S. Iacono, Research Commentary: Desperately Seeking the ”IT” in IT Research A Call to Theorizing the IT Artifact.

        I. Benbasat and R.W. Zmud, The Identity Crisis Within The IS Discipline: Defining and Communicating The Discipline Core Properties, MIS Quarterly, 27(2), June 2003, 183194.

        R.M. SamikIbrahim, M3: Potensi Masalah Dari Dunia Ketiga, 2002, per 17 Nov.

        N. Bruell, Exporting Software from Indonesia, EJISDC, 2003, 13(7), 19.

            R.L. Baskerville and M. D. Myers, Information Sistems as A Reference Discipline, MIS Quarterly, 26(1), March 2002, 114.

            A.B. Whinston and X. Geng, Operationalizing the Essential Role of the Information Technology Artifact in Information Systems Research: Gray Area, Pitfalls, and the Importance of Strategic Ambiguity.

            K. Lyytinen, ed. al., Making Information Systems Research More Relevant: Academic and Industry Perspectives, Proceedings of the First International Conference on Information Systems, P De, et. al. (ed.), 1999, 574577.

 

 

Diposkan oleh SUMBER INFORMASI DAN PENGETAHUAN di 00.37

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Artikel

Perkembangan sistem informasi manajemen teknologi Document Transcript

  • 1. Artikel Perkembangan Sistem Informasi Manajemen Teknologi InformasiJanuary 4, 2013Asal mula istilah Teknologi InformasiTeknologi Informasi merupakan teknologi yang dibangun dengan basis utama teknologi komputer.Perkembangan teknologi komputer yang terus berlanjut membawa implikasi utama teknologi ini padaproses pengolahan data yang berujung pada informasi. Hasil keluaran dari teknologi komputer yangmerupakan komponen yang lebih berguna dari sekedar tumpukan data, membuat teknologi komputerdan teknologi pendukung proses operasinya mendapat julukan baru, yaitu teknologi informasi.Teknologi informasi disusun oleh tiga matra utama teknologi yaitu : 1. Teknologi komputer, yang menjadi pendorong utama perkembangan teknologi informasi 2. Teknologi telekomunikasi, yang menjadi inti proses penyebaran informasi. 3. Muatan informasi atau content informasi, yang menjadi faktor pendorong utama implementasi teknologi informasi.Kenyataan sejarah dunia mencatat masing – masing dari ketiga matra penyusun teknologi informasidi atas, pada awalnya berkembang saling terpisah. Teknologi komputer berkembang dalam lingkupmatematika dan cenderung lebih teoritis. Teknologi telekomunikasi berkembang luas dalam duniabisnis dan ekonomi menjadi pilar pendukung teknologi transportasi dalam revolusi industri.Sedangkan ilmu informasi muncul pada awal perang dunia II. Kemenangan dan kekalahan sebuahpasukan di medan perang dunia II ditentukan oleh akurasi informasi. Setelah itu, konsep ilmuinformasi berkembang pesat. Sehingga 3 (tiga) matra penyusun teknologi informasi tersebut mulaiberkembang secara konvergen mengikuti konsep ilmu informasi yang semakin matang.Penemuan teknologi komputer sejak awal dimaksudkan untuk membantu meringankan pekerjaanmanusia agar lebih efektif dan efisien. Perkembangan komputer ini diikuti dengan lahirnya Internetyang mampu menyebarkan informasi dengan cepat tanpa adanya batasan ruang dan waktu.Perkembangan teknologi komunikasi juga mengalami kemajuan yang pesat dari mulai ditemukannyatelegraph (sistem komunikasi digital jarak jauh) pada tahun 1835, telepon pada tahun 1876,sambungan telepon jarak jauh menggunakan satelit pada tahun 1952 hingga telepon selulerdigunakan secara luas pada tahun 1985.Perkembangan muatan informasi diawali dengan berhasilnya Markoni membuat radio, ditemukannyakamera gambar bergerak dan televisi. Mulai tahun 1994 rangkaian kejadian penting dalamperkembangan Teknologi Informasi bermunculan dengan cepat.Di era globalisasi ini hampir semua wacana yang ditiupkan tidak dapat terlepas dari pengaruhinformatika global, hampir semua aspek kehidupan kita selalu berhubungan dengan perkembanganteknologi informatika. Sebagai bukti pendukung coba cermati teknologi internet yang mampumenyatukan dunia hanya ke dalam sebuah desa global. Di dunia belajar, TI sudahmenjungkirbalikkan sejarah.. Selain itu teknologi informasi juga memiliki fungsi penting lainnya, yaitufungsi automating, dimana ia membuat sejumlah cara kerja dan cara hidup menjadi lebih otomatis,ATM, telephone banking hanyalah merupakan salah satu kemudahan yang diberikan teknologiinformasi sebagai automating. Tidak hanya itu, TI juga mempunyai fungsi informating. Membuatinformasi berjalan cepat dan akurat. Bahkan bisa menyatukan dunia ke dalam sebuah sistem
  • 2. informasi life. Lebih dari sekedar menbantu penyebaran informasi, belakangan teknologiini juga ikutmemformat ulang cara kita hidup dan bekerja (reformating).Dari beberapa bahasan di atas mengenai teknologi informasi maka dapat kita ketahui bahwa jika kitadapat memanfaatkan teknologi tersebut maka kita akan memperoleh kemudahan dalam menjalankankehidupan sehari-hari. Namun satu hal yang harus kita ingat bahwa perkembanan teknologi tersebutbukannya tanpa ada efek sampingnya, karena justru “crime is product of society it self” yang berartibahwa semakin tinggi tingkat intelektualitas suatu masyarakat maka akan semakin canggih danberaneka-ragam pulalah tingkat kejahatan yang dapat terjadi. Sebagi bukti nyata sekarang banyaknegara yang dipusingkan oleh kejahatan melalui internet yang dikenal dengan istilah “cyber crime”,belum lagi dampak negatif teknologi informasi yang menyebabkan adanya penurunan moral dengandijadikannya internet sebagai bisnis maya, dan banyak lagi dampak negatif dari teknologi informasi.Oleh karena itulah maka kita sebagai bangsa yang masih baru dalam mengikuti perkembanganteknologi informasi haruslah pintar-pintar memilah dan memilih dalam penggunannya, karena alih-alihkita ingin memajukan bangsa dengan menjadikan teknologi informasi sebagai enlighteningtechnology. Teknologi yang mencerahkan orang banyak. Justru yang terjadi malah sebaliknya, yaitudestructive technology. Teknologi yang mengakibatkan kehancuran bagi makhluk hidup.Jika diperhatikan kondisi karakteristik pemakai internet Indonesia secara keselruhan dapat dikatakanbaru dalam tahapan pengembangan industri internet „pemula‟. Kondisi ini dapat berarti bisnis internetdi Indonesia masih relatif fragile dan unpredictable.Karena kurangnya pengetahuan sebagian besar masyarkat kita akan manfaat internet, yang terjadijustru bukan pemanfaatan internet sebagai sarana informating ataupun reformating melainkan hanyasebatas menggunakannya sebagai sarana hiburan . Sehingga internet bukan lagi menjadi sebuahenlightening technology tetapi justru dianggap sebagai penyebab turunnya moral bangsa, sebagaibukti dapat kita lihat dengan maraknya bisnis „gelap‟ melalui internet. Sedangkan bagi sebagiancomputer intelectual internet justru disalahgunakan sebagai sarana untuk memperoleh keuntunganyang menyebabkan kerugian bagi orang lain yang terkenal dengan istilah cyber crime.Untuk itu memang masih diperlukan berbagai upaya untuk dapat mencapai tahapan industri internetyang matang (the Mature Market). Paling tidak ada dua macam upaya mendasar yang perludilakukan yaitu yang pertama melakukan edukasi pasar yang cenderung dillakukan masyarakatinternet itu sendiri. Pendidikan ini mencakup pemahaman terhadap teknologi dan macam pelayananyang diberikan sampai dengan dengan pengetahuan menjadi trouble shooter. Yang kedua adalahmengupayakan biaya rendah dan kemudahan serta keragaman mendapatkan pelayanan bagi setiappemakai internet, mulai dari pengadaan infrastruktur sampai dengan yang berkaitan dengan softwaredan hardware. Sehingga apabila hal ini bisa dicapai maka diharapkan bangsa Indonesia akan lebihsiap lagi dalam menghadapi era persaingan bebas dan globalisasi. 1. A. DEFINISI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
  • 3. Sistem informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh danterkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadiinformasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dansifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasibagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatuentitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaanatau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarangdan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuklaporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan olehmanajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untukmemecahkan masalah.Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yangdiperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakindiperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakinrumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan muncunyaperaturan dari pemerintah.Lingkungan bisnis bukan hanya rumit tetapi juga dinamis. Oleh sebab itu manajer harus membuatkeputusan dengan cepat terutama dengan munculnya masalah manajemen dengan munculnyapemecahan yang memadai.Sistem informasi manajemen (SIM) bukan sistem informasi keseluruhan, karena tidak semuainformasi di dalam organisasi dapat dimasukkan secara lengkap ke dalam sebuah sistem yangotomatis. Aspek utama dari sistem informasi akan selalu ada di luar sistem komputer.Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilantinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi. Banyakorganisasi yang gagal membangun SIM karena : 1. Kurang organisasi yang wajar 2. Kurangnya perencanaan yang memadai 3. Kurang personil yang handal 4. Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperolehartinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dariinformasi yang sangat bermanfaat.Organisasi harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat dalammerancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan batas biayadari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang dihasilkan akan memberikan keuntungan danuang.Secara teoritis komputer bukan prasyarat mutlak bagi sebuah SIM, namun dalam praktek SIM yangbaik tidak akan ada tanpa bantuan kemampuan pemrosesan komputer. Prinsip utama perancanganSIM : SIM harus dijalin secara teliti agar mampu melayani tugas utama.
  • 4. Tujuan sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajerdalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. SIM menyediakan informasi bagipemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika.Sumber : http://www.blogster.com/ethics/teknologi-informasi-sistem
  • 5. Artikel Perkembangan Sistem Informasi Manajemen Teknologi InformasiPerkembangan Sistem Informasi Manajemen Teknologi InformasiAwal Perkembangan Sistem Informasi Manajemen Teknologi InformasiPerkembangan muatan informasi diawali dengan berhasilnya Markoni membuat radio,ditemukannya kamera gambar bergerak dan televisi. Mulai tahun 1994 rangkaian kejadian pentingdalam perkembangan Teknologi Informasi bermunculan dengan cepat.Di era globalisasi ini hampir semua wacana yang ditiupkan tidak dapat terlepas dari pengaruhinformatika global, hampir semua aspek kehidupan kita selalu berhubungan dengan perkembanganteknologi informatika. Sebagai bukti pendukung coba cermati teknologi internet yang mampumenyatukan dunia hanya ke dalam sebuah desa global. Di dunia belajar, TI sudahmenjungkirbalikkan sejarah.. Selain itu teknologi informasi juga memiliki fungsi penting lainnya, yaitufungsi automating, dimana ia membuat sejumlah cara kerja dan cara hidup menjadi lebih otomatis,ATM, telephone banking hanyalah merupakan salah satu kemudahan yang diberikan teknologiinformasi sebagai automating. Tidak hanya itu, TI juga mempunyai fungsi informating. Membuatinformasi berjalan cepat dan akurat. Bahkan bisa menyatukan dunia ke dalam sebuah sisteminformasi life. Lebih dari sekedar menbantu penyebaran informasi, belakangan teknologiini juga ikutmemformat ulang cara kita hidup dan bekerja (reformating)8.Dari beberapa bahasan di atas mengenai teknologi informasi maka dapat kita ketahui bahwa jika kitadapat memanfaatkan teknologi tersebut maka kita akan memperoleh kemudahan dalammenjalankan kehidupan sehari-hari. Namun satu hal yang harus kita ingat bahwa perkembananteknologi tersebut bukannya tanpa ada efek sampingnya, karena justru “crime is product of societyit self” yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat intelektualitas suatu masyarakat maka akansemakin canggih dan beraneka-ragam pulalah tingkat kejahatan yang dapat terjadi. Sebagi buktinyata sekarang banyak negara yang dipusingkan oleh kejahatan melalui internet yang dikenaldengan istilah “cyber crime”, belum lagi dampak negatif teknologi informasi yang menyebabkanadanya penurunan moral dengan dijadikannya internet sebagai bisnis maya, dan banyak lagi dampaknegatif dari teknologi informasi.Oleh karena itulah maka kita sebagai bangsa yang masih baru dalam mengikuti perkembanganteknologi informasi haruslah pintar-pintar memilah dan memilih dalam penggunannya, karena alih-alih kita ingin memajukan bangsa dengan menjadikan teknologi informasi sebagai enlighteningtechnology. Teknologi yang mencerahkan orang banyak. Justru yang terjadi malah sebaliknya, yaitudestructive technology. Teknologi yang mengakibatkan kehancuran bagi makhluk hidup.Jika diperhatikan kondisi karakteristik pemakai internet Indonesia secara keselruhan dapat dikatakanbaru dalam tahapan pengembangan industri internet ‘pemula’. Kondisi ini dapat berarti bisnisinternet di Indonesia masih relatif fragile dan unpredictable.Karena kurangnya pengetahuan sebagian besar masyarkat kita akan manfaat internet, yang terjadijustru bukan pemanfaatan internet sebagai sarana informating ataupun reformating melainkanhanya sebatas menggunakannya sebagai sarana hiburan . Sehingga internet bukan lagi menjadi
  • 6. sebuah enlightening technology tetapi justru dianggap sebagai penyebab turunnya moral bangsa,sebagai bukti dapat kita lihat dengan maraknya bisnis ‘gelap’ melalui internet. Sedangkan bagisebagian computer intelectual internet justru disalahgunakan sebagai sarana untuk memperolehkeuntungan yang menyebabkan kerugian bagi orang lain yang terkenal dengan istilah cyber crime.Untuk itu memang masih diperlukan berbagai upaya untuk dapat mencapai tahapan industriinternet yang matang (the Mature Market). Paling tidak ada dua macam upaya mendasar yang perludilakukan yaitu yang pertama melakukan edukasi pasar yang cenderung dillakukan masyarakatinternet itu sendiri. Pendidikan ini mencakup pemahaman terhadap teknologi dan macam pelayananyang diberikan sampai dengan dengan pengetahuan menjadi trouble shooter. Yang kedua adalahmengupayakan biaya rendah dan kemudahan serta keragaman mendapatkan pelayanan bagi setiappemakai internet, mulai dari pengadaan infrastruktur sampai dengan yang berkaitan dengansoftware dan hardware. Sehingga apabila hal ini bisa dicapai maka diharapkan bangsa Indonesiaakan lebih siap lagi dalam menghadapi era persaingan bebas dan globalisasi.Manfaat Perkembangan Sistem Informasi Teknologi Inforamasi di Bidang Industri.PeterSayDenim salah satu perusahaan design celana yang tumbuh dan berkembang dengan pesatoleh sentuhan teknologi informasi yang mereka gunakan. Sebagaian besar pertumbuhanperusahaannya berdasarkan kemampuannya untuk meningkatkan teknologi informasi dan internetuntuk memacu penjualan produk yang di produksi. Website perusahaanwww.petersaydenim.com,merupakan kunci awal kesuksesan mereka di industri ini. Nama PeterSayDenim sekarangmelambung hingga ke mancan Negara.Sumber :· Ethics’s Blog ( http://www.blogster.com/ethics/teknologi-informasi-sistem )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

BERIKUT ADALAH beberapa ARTIKEL DARI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)

1.Pengantar

Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.

Tujuan Umum

  • Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
  • Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
  • Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).

Proses Manajemen

Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:

  • Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
  • Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.

Bagian

SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:

  • Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.
  • Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
  • Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
  • Sistem informasi personalia (personal information systems).
  • Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
  • Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).
  • Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
  • Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).
  • Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).
  • Sistem informasi analisis software
  • Sistem informasi teknik (engineering information systems).

2. Pengantar dan Konsep Dasar SIM

Apa yang dimaksud dengan informasi?

n  Informasi merupakan fakta, kejadian, statistik atau bentuk data lainnya yang dapat dipahami dan mempunyai arti, bernilai atau bermanfaat bagi seseorang untuk keperluan/pekerjaan tertentu.

n  Data pada umumnya harus diolah terlebih dahulu sehingga menjadi informasi yang dapat dipahami dan bermanfaat atau lebih bermanfaat.

Data, Information & Knowledge

n  Data merupakan deskripsi dasar akan suatu, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang dicatat, diklasifikasikan, dan disimpan tanpa suatu pengorganisasian sebelumnya.

n  Knowledge (pengetahuan) terdiri dari data dan/ atau informasi yang telah diorganisasikan dan diproses sehingga memberi pemahaman, pengalaman, pembelajaran, dan keahlian tertentu yang dapat diaplikasikan pada masalah bisnis yang dihadapi.

Informasi dalam Proses Bisnis Industri Manufaktur

Apa yang dimaksud dengan Teknologi Informasi?

n  Teknologi Informasi

n  berbagai teknologi (utamanya computer-based tool) yang digunakan manusia untuk bekerja dengan informasi dan mendukung pemenuhan kebutuhan informasi dan pemrosesan informasi suatu organisasi

n  Istilah umum yang menunjukkan berbagai teknologi yang membantu pengumpulan, penyimpanan, manipulasi/analisis, produksi, komunikasi, dan penyebaran informasi.

Mencapai kesuksesan bisnis melalui Teknologi Informasi

n  People menggunakan information technology untuk bekerja dengan information

n  Teknologi informasi merupakan faktor penting dalam kesuksesan dan inovasi bisnis

3. Sistem Informasi dan dukungannya pada bisnis

Sistem Informasi (SI) dan Dukungan SI dalam Bisnis

n  Informasi  merupakan fakta, kejadian, statistik atau bentuk data lainnya yang dapat dipahami dan mempunyai arti, bernilai atau bermanfaat bagi seseorang untuk keperluan/pekerjaan tertentu.

n  Data pada umumnya harus diolah terlebih dahulu sehingga menjadi informasi yang dapat dipahami dan bermanfaat atau lebih bermanfaat.

n  Teknologi Informasi (Information technology/IT)

n  berbagai teknologi (utamanya computer-based tool) yang digunakan manusia untuk bekerja dengan informasi dan mendukung pemenuhan kebutuhan informasi dan pemrosesan informasi suatu organisasi

n  Istilah umum yang menunjukkan berbagai teknologi yang membantu pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi/analisis), serta komunikasi dan penyebaran informasi.

Sistem Informasi

n  Sistem informasi merupakan suatu sistem yang menerima data dan input lainnya dan memprosesnya menjadi informasi sebagai output

n  Suatu sistem infomasi mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan menyebarkan informasi untuk suatu tujuan tertentu.

n  Sistem Informasi adalah sekumpulan elemen yang saling berhubungan (terintegrasi), yang mengumpulkan (atau mendapatkan), menyimpan, memproses, dan menyebarkan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan tujuan lain, baik orang maupun organisasi.

n  Komponen sistem informasi:

n  Infrastruktur (teknologi informasi)

n  SDM

n  Prosedur

n  Secara teori, sistem informasi dapat berupa lembaran kertas

n  Dalam bahasan perkuliahan ini difokuskan pada sistem informasi berbasis komputer (Computer-Based Information Systems/CBIS)
Computer Based Information System (CBIS)

n  Sistem informasi yang menggunakan teknologi komputer untuk melaksanakan satu atau seluruh tugasnya.

n  Komponen CBIS:

n  Infrastruktur; Teknologi komputer

n  Hardware

n  Software

n  Database system

n  Computer network system

n  SDM

n  Prosedur

Tekanan Bisnis, Respon Organisasi, dan Dukungan Teknologi Informasi

n  Lingkungan bisnis merupakan kombinasi dari faktor sosial, legal, ekonomi, teknologi, dan politik yang mempengaruhi aktivitas bisnis

n  Perubahan siginifikan pada faktor-faktor tersebut dapat menciptakan tekanan bisnis kepada organisasi

n  Tiga macam tekanan bisnis yang dihadapi adalah tekanan  pasar (market), teknolog, dan sosial.

Respon Organisasi

n  Sistem Strategis; memungkinkan organisasi meningkatkan pangsa pasar (market share) dan/atau profit.

n  Fokus pada konsumen; memungkinkan organisasi memberikan pelayanan konsumen yang sangat baik dan mencegah berpindahnya konsumen ke kompetitor.

n  Sistem “membuat berdasarkan pesanan” (Make-to-Order); merupakan strategi untuk memproduksi produk dan layanan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan konsumen

n  Mass Customization; berproduksi dalam jumlah besar, tetapi tetap memungkinkan customizing (penyesuaian) dengan keinginan setiap konsumen

n  E-business dan E-commerce; strategi untuk menjalankan bisnis secara elektronik

4.TELEKOMUNIKASI , INTERNET, DAN E – BUSSINESS

Telekomunikasi dan Sistem Jaringan

Jaringan komputer – dua atau lebih sistem komputer yang saling terhubung dengan menggunakan kabel atau gelombang radio dalam suatu area geografis tertentu

Jaringan komputer yang tidak menggunakan kabel fisik disebut wireless

Manfaat Jaringan Komputer:

Kemampuan berkomunikasi dan berbagi

Menyimpan berbagai informasi pada suatu lokasi dalam jaringan dan kemampuan mengaksesnya

Memungkinkan orang berbagi informasi dan ide secara mudah

Mengkombinasikan kemampuan berbagai peralatan sebagai media kolaborasi untuk menggabungkan kemampuan orang-orang yang berbeda tanpa batasan lokasi

Kemampuan berkomunikasi dan berbagi

Menyimpan berbagai informasi pada suatu lokasi dalam jaringan dan kemampuan mengaksesnya

Memungkinkan orang berbagi informasi dan ide secara mudah

Mengkombinasikan kemampuan berbagai peralatan sebagai media kolaborasi untuk menggabungkan kemampuan orang-orang yang berbeda tanpa batasan lokasi

Internet

Definisi:

Suatu jaringan yang terbentuk dari jutaan jaringan pribadi yang lebih kecil yang masing-masing dapat bekerja independen maupun secara bersama dalam jaringan.

Jaringan yang menghubungkan jutaan komputer dan pribadi di seluruh dunia.

Intranet

Definisi:

Jaringan di dalam suatu organisasi yang menggunakan teknologi Internet untuk menyediakan lingkungan dan kemampuan Internet di dalam perusahaan untuk sharing informasi, komunikasi, kolaborasi, dan mendukung proses bisnis

Extranet

Definisi:

Hubungan jaringan yang menggunakan teknologi Internet untuk saling menghubungkan intranet suatu bisnis dengan intranet dari pelanggan, suppliers, atau business partners lainnya

Apa itu E-business?

Penggunaan teknologi Internet

Untuk bekerja dan membantu proses bisnis, electronic commerce (e-commerce), dan kolaborasi perusahaan

Di dalam suatu perusahaan dan dengan customer, supplier, dan business stakeholder lainnya.

Pada prinsipnya merupakan pertukaran nilai/manfaat secara online

Tujuh alasan utama membeli secara online:

  1. Menghemat waktu dengan tidak pergi ke pasar/toko
  2. Dapat berbelanja saat toko tutup (available 24/7)
  3. Menghindari keramaian dan kekacauan
  4. Kemungkinan menemukan harga yang lebih baik
  5. Dapat menemukan produk secara lebih mudah
  6. Dapat menemukan produk yang tidak tersedia di toko
  7. Lebih mudah membandingkan harga

5. Sistem Informasi:
Macam dan Aplikasinya

Computer based information system (CBIS)

n  Suatu kombinasi yang terorganisir dari

n  Hardware; sekumpulan perangkat keras

n  Software; sekumpulan perangkat lunak

n  Data; sumber atau kumpulan data

n  Network; sistem jaringan

n  Policies and procedures;

sekumpulan kebijakan, posedur dan instruksi

n  People; orang-orang yang bekerja

n  Yang mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan menyebarkan informasi di dalam organisasi

Lima fungsi dasar teknologi dan sistem informasi (apa yang dilakukan)

  1. Capture (menangkap)
  • Mendapatkan informasi pada titik asalnya/terjadinya
  1. Cradle (menyangga)
  • Menyimpan informasi
  1. Create (menciptakan)
  • Memproses untuk mendapatkan sesuatu yang baru
  1. Convey (menyampaikan)
  • Menyajikan informasi dalam bentuk yang bermanfaat
  1. Communicate (mengkomunikasikan)
  • Mengirimnya kepada orang lain

Sistem pendukung operasi (Operations support systems)

n  Definisi

Sistem informasi yang memproses data yang dimunculkan dan digunakan dalam operasi bisnis

n  Tujuannya adalah memproses transaksi bisnis secara efisien, mengontrol proses industri, mendukung komunikasi dan kolaborasi perusahaan, dan memperbaharui basis data perusahaan

Macam-macam Operations Support Systems

Transaction Processing Systems (TPS)

n  Merekam dan memproses data dari transaksi bisnis

n  Contoh:  pencatatan penjualan, sistem inventori, sistem akuntansi

Process Control Systems

n  Memonitor dan mengontrol proses-proses fisik produksi

n  Contoh:  dalam sistem penyulingan minyak digunakan sensor untuk memonitor proses kimiawi yang terjadi

Enterprise Collaboration Systems

n  Meningkatkan komunikasi tim maupun kelompok kerja

n  Contoh:  e-mail, videoconferencing

Sistem Pendukung Manajemen (Management Support Systems)

n  Definisi

Sistem informasi yang berfokus pada penyediaan informasi dan mendukung pengambilan keputusan yang efektif oleh para manajer

Macam-macam Management Support Systems

n  Sistem Informasi Manajemen (Management Information Systems/MIS)

Sistem informasi untuk fungsi manajerial

n  Menyediakan informasi dalam bentuk laporan dan tampilan yang telah ditentukan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis (O’Brien, 2004)

n  Menyediakan informasi rutin untuk aktivitas perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian (pengambilan keputusan) dalam area fungsional. (Turban, 2004)

n  Mendukung level manajemen

n  Contoh:  laporan analisis penjualan harian, laporan produksi

Decision Support Systems (DSS)

n  Menyediakan sistem interaktif yang bersifat sementara untuk mendukung pengambilan keputusan

n  Mengkombinasikan model analitis dan database untuk menyelesaikan permasalahan

n  Membantu pengambil keputusan atau manajer

n  Contoh:  Prediksi hasil untuk menentukan pengalokasian anggaran iklan

Executive Information Systems (EIS)

n  Menyediakan informasi penting bagi eksekutif dan manajer

n  Contoh:  akses informasi mengenai tindakan kompetitor

 

6.  MANAJEMEN DATA

Manajemen Data

Saat ini, perusahaan bisnis tidak dapat bertahan maupun sukses tanpa data yang berkualitas mengenai operasi internal maupun lingkungan eksternal mereka.

Organisasi modern menyadari bahwa mengelola data dengan baik seperti halnya mereka mengelola aset berharga lainnya merupakan kunci sukses yang penting dalam pasar saat ini.

Manajemen data

Definisi:

Aktivitas manajerial yang menggunakan teknologi sistem informasi dalam menjalankan tugas pengelolaan data organisasi untuk memenuhi kebutuhan informasi semua stakeholder bisnis mereka.

Permasalahan dengan pemrosesan data tradisional:

Pengulangan Data – pengulangan data membutuhkan pemutakhiran (update) pada semua file data tersebut yang disimpan

Kesulitan Integrasi Data – data yang disimpan dalam file yang terpisah yang membutuhkan program output khusus menyebabkan kesulitan dalam sistem pelaporan ad hoc

Ketergantungan Data – suatu program umumnya menginformasikan bagaimana data disimpan sehingga perubahan format penyimpanan membutuhkan perubahan program juga

Pendekatan Database Management System (DBMS)

Definisi:

Mengkonsolidasikan pencatatan data ke dalam satu database yang dapat diakses dengan berbagai program aplikasi yang berbeda.

Software interface antara users dan databases

Data disimpan satu kali, dan terpisah dari program aplikasi

Database Application Programs

Fungsi:

Membuat dan memproses forms

Membuat dan mengirimkan queries

Membuat dan memproses reports

Mengeksekusi logika aplikasi

Mengontrol aplikasi

Macam-macam Database

Operational – menyimpan data yang detail yang dibutuhkan untuk mendukung proses bisnis dan operasi perusahaan

Distributed – database yang di ulang dan didistribusikan secara keseluruhan ataupun sebagian ke server jaringan pada berbagai lokasi

External – berisi banyak sekali informasi yang tersedia dari layanan online komersial maupun dari berbagai sumber dalam World Wide Web

Data Warehouse

Definisi:

Database  berukuran besar yang menyimpan data yang telah disarikan/disaring (extracted) dari berbagai operational, external, dan database lain dalam organisasi

Data Mart

Definisi:

Database yang menyimpan kumpulan data tertentu dari sebuah data warehouse yang fokus pada aspek tertentu dalam perusahaan, misalnya satu departemen atau satu proses bisnis

Data Mining

Definisi:

Aktivitas analisis terhadap data dalam suatu data warehouse untuk mendapatkan pola dan kecenderungan yang tersembunyi dalam aktivitas bisnis masa lalu

Penggunaan Data Mining

Melakukan “market-basket analysis” untuk mengidentifikasi kumpulan produk baru.

Menemukan akar permasalahan kualitas atau permasalahan manufaktur lain.

Mencegah kekecewaan konsumen dan memperoleh konsumen baru.

Mengenali profil konsumen secara lebih akurat.

oleh nicohernawan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

SDM untuk SDM

Dalam melakukan SDM untuk SDM, ada tiga hal terpisah yang masih berhubungan dalam pekerjaan yang harus di pahami yaitu:

  1. Strategic SDM
  2. Strategi SDM, dan
  3. Organisasi SDM.

Strategic SDM adalah proses dari hubungan praktek SDM pada strategi bisnis. Manajer lini menjalankan fungsi SDM dan strategic SDM. Strategic SDM menciptakan sebuah proses untuk berpindah dari strategi bisnis ke kemampuan berorganisasi pada praktek SDM.
Strategi SDM berbicara tentang membangun sebuah agenda pada fungsi SDM. Strategi SDM membuat sebuah tujuan dan fokus pada fungsi SDM.
Organisasi SDM adalah proses menegenal dan mengembangkan sebuah fungsi SDM untuk menyampaikan servis SDM. Organisasi SDM adalah penerapan yang dilaksanakan oleh eksekutif SDM pada Profesional SDM.

STRATEGIC SDM : PENYUSUNAN STRATEGI BISNIS PADA PRIORITAS SDM

Manajer perusahaan menggunakan strategi utama dalam melakukan strategic SDM, penyusunan strategi bisnis dalam menjalankan hasil SDM. Perumusan strategi menyajikan tiga tujuan. Yaitu :

  1. strategi membicarakan sebuah petunjuk masa depan untuk bisnis atau kata lain sebuah visi, maksud, tujuan, misi atau tinjauan masa depan.
  2. perumusan masalah mengalokasikan sumberdaya. Perusahaan mempunyai sumberdaya, dimana berfokus pada bermacam-macam tujuan. Sejak beberapa perusahaan mempunyai sumberdaya yang cukup untuk bekerja pada stakeholder, dimana pengalokasian sumberdaya harus dibuat.
  3. perumusan strategi menjelaskan janji yang memrefleksikan komitmen yang dibuat dalam diskusi perumusan strategi.

Proses perumusan strategi, eksekutif mengembangkan visi masa depan, mengalokasikan sumberdaya untuk merealisasikan visi, dan berjanji pada stakeholder untuk mencapai tujuannya.

Mengulangi perumusan tanpa mengimplementasikan probabilitas menjadi salah satu tujuan utama dari tugas strategic SDM. Strategic SDM sering dihubungkan dengan strategi bisnis pada tindakan SDM dengan menggambarkan kemampuan untuk mengkritik yang dibutuhkan pada suatu perusahaan untuk menjadi sukses.

STRATEGI SDM: PEMBENTUKAN FUNGSI SDM

Ketika strategi SDM memastikan bahwa sebuah perusahaan mempunyai sumberdaya yang penting untuk menyelesaikan tujuan bisnis perusahaan, strategi SDM menggambarkan penciptaan nilai oleh fungsi SDM.

Langkah 1: menggambarkan suatu arsitektur organisasional

  1. Shared Mindset: tingkat untuk Fungsi sumber daya manusia memiliki suatu mindset bersama atau identitas umum
  2. Competence : tingkat untuk Fungsi sumber daya manusia yang diorganisir oleh individu yang mempunyai pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan sekarang dan yang akan datang.
  3. Consequence : tingkat yang mana sistem manajemen untuk dicapai yang digunakan oleh sumber daya manusia Para profesional memusatkan pada hasil dan perilaku.
  4. Governance : tingkat yang mana Fungsi sumber daya manusia mempunyai hubungan efektif, komunikasi, pengambilan keputusan, dan kebijakan.
  5. Work process / Capacity for change : tingkat untuk mana Fungsi sumber daya manusia dalam latihan dan penyesuaian dan pemahaman dan peningkatan proses.
  6. Leadership : tingkat untuk kepemimpinan yang efektif yang menyebar keseluruh bagian Fungsi sumber daya manusia.

Langkah 2: menciptakan suatu proses penilaian
Hasil diagnosa Suatu sumber daya manusia menyarankan audit atau penilaian untuk mengidentifikasi dari sumber daya manusia Organisasi.

Langkah 3: menyediakan sumber daya manusia Organisasi
Fungsi sumber daya manusia berlaku bagi kepada dirinya sendiri model praktek Sumber daya manusia. Ketika ini terjadi, praktek ini menjadi bangunan blok menyangkut Sumber daya manusia organisasi.

Langkah 4: prioritas yang di-set
Langkah 4 hasil diagnosa organisasional menentukan prioritas perhatian dari Sumber daya manusia pada beberapa isu kritis. Fungsi dapat menetapkan prioritas untuk mengembangkan praktek Sumber daya manusia. Praktek ini membangun infrastruktur dari Fungsi sumber daya manusia efektif dan implementastion Sumber daya manusia strategis.

Diposkan oleh donsantosa di 10.55

Label: MANAJEMEN SDM

 

 

 

 

 

 

5

 

 

SISTEM INFORMASI, ORGANISASI, MANAJEMEN DAN STRATEGI

Organisasi adalah struktur sosial resmi stabil yang memiliki sumber-sumber berasal dari lingkungan dan memproses sumber-sumber itu agar menghasilkan output.
Definisi behavioral organisasi adalah kumpulan hak, hak khusus, kewajiban, dan tanggung jawab yang harus dengan cermat diseimbangkan selama periode waktu tertentu melalui konflik dan resolusi konflik.

Fitur fitur Umum Organisasi
Organisasi adalah birokrasi yang memiliki fitur-fitur “struktural” tertentu. Birokrasi yaitu organisasi formal yang memiliki pembagian yang jelas mengenai tenaga kerja, prosedur, dan aturan abstrak, dan pengambilan keputusan yang bersifat netral yang menggunakan kualifikasi teknis dan profesionalisme sebagai dasar kenaikan pangkat karyawan.
Karakteristik struktural semua organisasi :

  1. pembagian tenaga kerja secara jelas
  2. hierarki
  3. prosedur dan aturan yang eksplisit
  4. keputusan-keputusan yang bersifat netral
  5. dasar kualifikasi teknis untuk posisi jabatan
  6. efisiensi organisasi maksimum

Rutinitas Dan Proses Bisnis
Organisasi memiliki kegiatan menyerap sumberdaya , mengolah serta memproduksi. rutinitas, merupakan SOP (Standar Operating Procedures) yang biasanya terdiri dari aturan, prosedur serta praktik yang telah dikembangkan untuk memenuhi keadaan yang diharapkan. Proses bisnis, merupakan sekumpulan dari rutinitas. Dengan mengamati proses bisnis kita akan dapat melihat/memahami bagaimana bisnis dalam perusahaan bekerja.

System informasi terkait dengan politik organisasi karena mempengaruhi akses ke sumber utama, yaitu informasi. System informasi berpotensi mengubah struktur, budaya, politik, dan kerja organisasi. Alasan paling umum dari kegagalan proyek-proyek besar mengarah kepada hambatan perubahan politikal dan organisasional.

Prosedur standar pengoperasian, aturan-aturan, prosedur dan praktik-praktik yang seksama yang dikembangkan oleh organisasi untuk dapat mencakup semua situasi yang mungkin dihadapi.

Politik organisasi, perbedaan-perbedaan ini menjadi persoalan bagi manajer dan karyawan, dan hasilnya adalah pergolakan politik, persaingan, dan konflik di dalam organisasi. Hambatan politik adalah salah satu dari sekian banyak kesulitan terbesar untuk membawa perubahan organisasi, khususnya perkembangan sistem informasi yang baru.

Kultur organisasi adalah kumpulan asumsi fundamental seperti itu mengenai produk apa yang harus dihasilkan organisasi, bagaimana prosesnya, di mana, dan untuk siapa.

Fitur fitur Khusus Organisasi
Fitur-fitur khusus organisasi meliputi struktur, sasaran, konstituensi, gaya kepemimpinan, tugas-tugas, dan lingkungan sekitar yang berbeda.

A. Tipe Organisasi

Struktur pengusaha, struktur sederhana dan dikelola oleh pengusaha yang bertindak sebagai direktur pelaksana tunggal. Contoh bisnis kecil baru.

Birokrasi mesin, birokrasi besar yang ada di lingkungan yang lambat berubah, menghasilkancommon Organisasi, semua organisasi memiliki beberapa fitur “struktural” serupa.
Birokrasi divisional, kombinasi dari bergam birokrasi mesin, masing-masing menghasilkan produk dan layanan yang berbeda, semuadikendalikan dari kantor pusat. Contohnya Perusahaan-perusahaan Fortune 500.

Birokrasi professional, organisasi berbasis pengetahuan di mana bentuk barrang-barang produksi dan jasa tergantung pada keahlian dan pengetahuan para professional. Contohnya perusahaan hukum, rumah sakitadhokrasi, organisasi ‘satuan tugas’ yang harus merespon lingkungan yang berubah dengan pesat. Misalnya perusahaan konsulatan.

B. Lingkungan

Organisasi dan lingkungan memiliki hubungan timbal balik. Pada satu sisi, organisasi terbuka dan bergantung pada lingkungan social dan fisik disekitarnya. Di sisi lain, organisasi bias mempengaruhi lingkungannya. Perbedaan-perbedaan lain diantara organisasi antara lain :

Sasaran utama yang hendak dicapai dan tipe kekuatan yang digunakan untuk mencapainya. Ada yang menggunakan sasaran koersif (penjara) dan sasaran praktis (bisnis). Ada juga yang menggunakan sasaran normative (universitas).
Organisasai melayani kelompok dan memiliki wilayah yang beragam, sebagian memberi keuntungan bagi anggotanya, sebagian lagi memberikan keuntungan kepada klien, pemegang saham atau publiknya.

Sifat kepemimpinan dari tiap-tiap organisasi sangat berbeda satu sama lain. Satu organisasi mungkin cenderung demokratis atau otoriter daripada lainnya.

Tugas-tugas yang dijalankan dan teknologi yang digunakan. Sebagian organisasi menjalankan tugas-tugas rutin utama yang bias dikurangi menjadi aturan-aturan formal yang memerlukan sedikit keputusan, sementara yang lainnya memiliki tugas utama nonrutin.
PERUBAHAN SISTEM INFORMASI DALAM ORGANISASI

(a) Infrastruktur Teknologi Informasi dan Layanan Teknologi Informasi

Salah satu cara agar organisasi bisa mempengaruhi bagaimana teknologi informasi digunakan yaitu melalui keputusan-keputusan mengenai konfigurasi teknis dan organisasional dari system, siapa yang akan mendesain, membangun dan memelihara infrastruktur IT organisasi. Uniot yang bertanggung jawab memelihara layanan teknologi (hardware, software, data storage, dan network) disebut departemen system informasi.

 

Departemen system informasi terdiri dari para ahli, seperti programmer, analis system. Pemimpin proyek, dan manajer system informasi. Programmer adalah ahli teknis terlatih yang membuat instruksi perangkata lunak pada computer. Analis system bertugas menyususn hubungan antar kelompok system informasi dan kelompok-kelompok lain dalam organisasi. Manajer system informasi adalah pemimpin dari beragam ahli pada departemen system informasi.

 

Selain itu ada juga Chief information officer (CIO) dan end-user. CIO tergolong manajer senior yang bertugas mengepalai fungsi system informasi di dalam perusahaan. Sedangkan end-user adalah perwakilan di luar kelompok system informasi sebagai objek sasaran pengembangan aplikasi.
(b) Bagaimana system informasi mempengaruhi organisasi

Teori ekonomi.

  • IT mengganti biaya modal dan biaya informasi
  • Teknologi system informasi merupakan factor produksi seperti halnya modal dan tenaga kerja
  • Teori biaya transaksi menyatakan bahwa perusahaan berusaha mengurangi biaya transaksi.
  • IT membantu perusahaan menekan biaya transaksi. Jika biaya transaksi menurun, jumlah karyawan juga mengecil karena semakin murah dan mudah bagi perusahaan untuk membuat kontrak pembelian barang-barang dan jasa di pasar disbanding membuat sendiri produk dan jasanya.
  • Teori agensi mengatakan perusahaan memiliki ikatan kontrak di antara bagian-bagian yang harus diawasi dan dikelola.
  • IT bias mengurangi biaya agensi, memungkinkan perusahaan untuk tumbuh tanpa menambah biaya pengawasan, dan tanpa menambah tenaga kerja.

Teori Behavioral

  • IT membuat organisasi lebih ramping.
  • IT mampu mengubah hierarki pengambilan keputusan dengan menekan biaya informasi
  • memperluas distribusi informasi
  • mempercepat proses pengambilan keputusan
  • memfasilitasi pekerja tingkat-bawah untuk membuat keputusan tanpa pengawasan dan meningkatkan efisiensi manajemen
  • Rentang pengendalian perusahaan juga akan meningkat

Pada organisasi postindustri, otoritas meningkat bergantung pada pengetahuan dan kompetensi. Jadi, bentuk menjadi ramping karena para pekerja professional cenderung berciri self-managing; dan pengambilan keputusan menjadi lebih terdessentralisasi sementara pengetahuan dan informasi semakin tersebar secara luas.

Teknologi informasi mendorong jaringan task force organisasi dimana kelompok-kelompok professional bertemu baik langsung maupun melalui media elektronik untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Hal ini mengarah pada organisasi virtual, yaitu organisasi yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan orang, asset, dan gagasan dalam menciptakan dan mendistribusikan produk dan layanan tanpa terbatasi oleh batasan-batsan tradisional organisasi atau lokasi fisik.

 

System informasi terkait dengan politik organisasi karena mempengaruhi akses ke sumber utama, yaitu informasi. System informasi berpotensi mengubah struktur, budaya, politik, dan kerja organisasi. Alasan paling umum dari kegagalan proyek-proyek besar mengarah kepada hambatan perubahan politikal dan organisasional.
(c) Internet dan Organisasi

Internet meningkatkan aksesbilitas, penyimpanan, dan distribusi informasi dan pengetahuan untuk organisasi. Internet mampu secara dramatis menekan biaya transaksi dan agensi. Bisnis secara cepat membangun kembali sebagian proses bisnis intinya melalui teknologi internet dan menjadikan teknologi ini sebagai komponen pokok bagi infrastruktur teknologi informasi. Jika jaringan lebih dimanfaatkan secara efisien, hasilnya berupa proses bisnis lebih mudah dilakukan, karyawan yang dibutuhkan lebih sedikit, dan organisasi menjadi lebih ramping daripada waktu lalu.
MANAJER, PENGAMBILAN KEPUTUSAN, DAN SISTEM INFORMASI

Peran manajer dalam organisasi

Tanggung jawab seorang manajer meliputi pengambilan keputusan, membuat laporan, menghadiri pertemuan, mengatur perayaan-perayaan. Untuk lebih memahami fungsi-fungsi manajerial dan perannya kita bias meneliti mdel-model klasik dan kontemporer dari perilaku manajerial.

Model klasik manajemen, deskripsi tradisional dari manajemen yang berfokus pada fungsi-fungsi formal dari manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, pengambilan keputusan, dan pengendalian. Model behavioral mendeskripsikan manajemen berdasar observasi dari apa yang sesungguhnya dilakukan oleh manajer dalam pekerjaan.

Peran manajerial adalah aktivitas yang harus dijalankan manajer dalam esbuah organisasi. Dikategorikan menjadi: interpersonal, informasional, dan desicional. Peran interpersonal ditujukan untuk peran manajerial di mana manajer bertindak sebagai figure kepala dan pemimpin organisasi. Peran informasional lebih mengacu kearah peran manajerial di mana manjer menjadi pusat nadi organisasi, menerima dan menyebarkan informasi penting. Sedangkan peran desicional lebih kepada peran manajerial dimana manajer menginisiasi aktivitas, menangani kesulitan, mengalokasikan sumber-sumber, dan menegosiasikan konflik.

 

Manajer dan pengambilan keputusan

System informasi telah membantu manajer untuk mengkomunikasikan dan mendistribusikan informasi, namun hanya memberi bantuan terbatas untuk pengambilan keputusan manajemen.
Model pengambilan keputusan :

  • model rasional, model perilaku manusia berdasarkan keyakinan bahwa orang-orang, organisasi, dan bangsa menjalankan kalkulasi pemaksimalan niali, yang seacra mendasar konsisten
  • model organisasional, model-model pengambilan keputusan yang memperhitungkan karakteristik politik dan structural dari organisasi
  • model birokrasi, Apa pun yang dilakukan organisasi adalah hasil dari rutinitas dan adanya proses bisnis yang terasah oleh penggunaan aktif selama bertahun-tahun

Implikasi bagi Desain dan Pemahaman Sistem Informasi
Faktor yang perlu dipertimbangkan ketika merencanakan sebuah sistem baru:

  • Lingkungan dimana organisasi harus berfungsi
  • Struktur organisasi: hirarki, spesialisasi, rutinitas, dan proses bisnis
  • budaya dan politik Organisasi
  • Jenis organisasi dan gaya kepemimpinan
  • Kelompok-kelompok utama terkait yang mempengaruhi sistem dan sikap pekerja yang akan menggunakan sistem tersebut
  • Jenis-jenis tugas, keputusan, dan proses bisnis yang dirancang untuk membantu sistem informasi

Karakteristik untuk diingat ketika Merancang Systems:

  1. Fleksibilitas dan beberapa pilihan untuk mengevaluasi penanganan data dan informasi
  2. Kemampuan untuk mendukung berbagai gaya, keterampilan, dan pengetahuan manajemen.
  3. Kemampuan untuk melacak banyak alternatif dan konsekuensi
  4. Kepekaan terhadap birokrasi organisasi dan persyaratan politik

SISTEM INFORMASI DAN STRATEGI BISNIS

Sistem informasi strategis, sistem komputer yang digunakan level organisasi untuk mengubah sasaran, pengoperasian, produk, jasa, atau relasi lingkungan untuk membantu organisai meraih keunggulan kompetitif.
Keputusan strategi bisnis dari perusahaan tergantung pada:

  • Produk dan jasa yang dhasilkan perusahaan
  • Industri di mana perusahaan bersaing
  • Pesaing, pemasok, dan pelanggan dari perusahaan
  • Tujuan jangka panjang dari perusahaan

Strategi level Bisnis: Model Rantai Nilai
Strategi yang paling umum untuk level ini adalah:

  1. menjadi penghasil produk dengan biaya produksi yang rendah
  2. mendiferensiasikan produk dan jasa
  3. mengubah lingkup persaingan baik dengan cara memperluas pasar sampai ke pasar global maupun dengan mempersempit pasar.

Model rantai nilai, model yang memberi perhatian pada aktivitas primer dan pendukung yang menambah nilai bagi produk dan jasa perusahaan di mana sistem informasi paling baik diterapkan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif.
Aktivitas primer yaituaktivitas yang langsung berhubungan dengan produksi dan distribusi produk perusahaan atau jasa. Sedangkan aktivitas pendukung adalah aktivitas yang memungkinkan pelaksanaan aktivitas primer. Terdiri dari infrastruktur organisasi, sumber daya manusia, teknologi, dan pengadaan.
Nilai web mengacu ke jaringan pelanggan-terkendali pada perusahaan yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mengkoordinasikan rantai nilainya agar secara kolektif menghasilkan produk atau jasa kepada pasar.

Produk dan Jasa Sistem Informasi
System yang menciptakan diferensiasi produk:

  • Perusahaan dapat menggunakan IT untuk mengembangkan produk-produk berbeda.
  • Menciptakan loyalitas merek dengan mengembangkan produk yang unik dan baru dan jasa
  • Produk dan jasa tidak mudah diduplikasi oleh pesaing. Contohnya, Dell Corporation.

Sistem yang Mendukung Ceruk Pasar
Analisis intensif menggunakan data pelanggan untuk mendukung cara-cara baru menghubungi dan melayani pelanggan yang memungkinkan untuk mengembangkan ceruk pasar baru untuk produk atau jasa khusus. Contohnya, program frequent guest Hotel Wyndam

Supply Chain Management dan Sistem Respon Pelanggan Efisien
Sistem yang menghubungkan rantai nilai perusahaan ke rantai nilai pemasok dan konsumen. System yang secara langsung menghubungkan kembali perilaku konsumen ke distributor, produksi, dan supply chain. Contoh: Wal-Mart menghubungkan langsung pembelian pelanggan ke pemasok hampir saat itu juga. pekerjaan pemasok adalah untuk memastikan produk yang dikirim ke toko untuk menggantikan produk yang dibeli.

IT pada level organisasi digunakan untuk menghindari beralihnya konsumen ke pemasok lain dan mengikat mereka pada perusahaan. Biaya penggantian adalah biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan atau perusahaan untuk waktu dan sumber daya yang terbuang sewaktu berganti dari satu pemasok atau ke sistem pemasok atau sistem pesaing. Contohnya, Baxter International.

Strategi level-perusahaan dan Teknologi Informasi
Memperluas kompetensi inti, kegiatan di mana perusahaan unggul sebagai pemimpin kelas dunia. Sistem informasi mendorong berbagi pengetahuan di seluruh unit bisnis dan karenanya perusahaan meningkatkan kompetensi.

Strategi level-industri dan Sistem Informasi: kekuatan-kekuatan kompetitif dan perekonomian jaringan. Perusahaan beroperasi di lingkungan lebih besar yang terdiri dari perusahaan lain, pemerintah, dan bangsa. Kemitraan informasi, aliansi kerjasama yang dilakukan oleh dua atau lebih perusahaan yang bertujuan berbagi informasi untuk memperoleh keuntungan strategis. Membantu perusahaan mendapatkan akses ke pelanggan baru, menciptakan peluang-peluang baru untuk cross-selling dan penargetan produk.

Model lima kekuatan Porter
Dalam lingkungan yang lebih besar, terdapat lima kekuatan utama atau ancaman:

  1. Pasar baru pendatang
  2. Produk dan jasa pengganti
  3. Pemasok
  4. Pelanggan
  5. Perusahaan lain yang bersaing secara langsung

Model kekuatan kompetitif, model yang digunakna untuk menjelaskan interaksi dari pengaruh-pengaruh eksternal, ancaman-ancaman khusus dan peluang-peluang, yang mempengaruhi strategi dan kemampuan organisasi dalam bersaing. Teknologi internet telah mempengaruhi struktur industri dengan

  • Memberikan teknologi yang mempermudah para pesaing untuk berkompetisi dalam hal harga dan para pemain baru pada pasar.
  • Meingkatkan informasi yang tersedia bagi pelanggan dalm hal harga sehingga meningkatkan bargaining powernya.
  • Menurunkan kekuatan pemasok
  • Barang-barang substitusi

Ekosistem bisnis
IT memainkan peran yang kuat dalam menciptakan bentuk-bentuk baru produk ekosistem bisnis. Ekosistem bisnis adalah jaringan pemasok, distributor, perusahaan outsourcing, perusahaan jasa transportasi, dan teknologi manufaktur yang saling berkaitan. Sebagai contoh, Microsoft: 1 milyar PC di seluruh dunia dan ratusan ribu bisnis bergantung pada platform Microsoft. EBay: Jutaan orang dan ribuan perusahaan bisnis menggunakan platform ini. Wal-Mart: Enterprise sistem yang digunakan oleh pemasok untuk meningkatkan efisiensi

Jaringan Ekonomi
Produk dan layanan IT menunjukkan efek jaringan yang kuat dan berpotensi menciptakan situasi “winner take all”. Jaringan menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk menambah partisipan lainnya nol atau sedikit, sebaliknya keuntungan yang diperoleh bisa semakin besar. Bertentangan dengan hukum penurunan laba pada produk industri dan pertanian. Contohnya, Nilai dari Internet tumbuh secara eksponensial dengan kenaikan linier pengguna. Karena perangkat lunak tertentu dapat menjadi standar (seperti sistem operasi Windows atau Windows Office), orang bisa terkunci ke dalam standar dan nilai Windows tumbuh karena semakin banyak orang yang menggunakannya.

Strategi yang bagus, menggunakan IT untuk membangun produk dan jasa yang menyebabkan efek jaringan. Peluang manajemen, Perusahaan menghadapi perkembangan IT berbasis peluang untuk mendapatkan keunggulan strategis.

Tantangan Manajemen

  • Beberapa perusahaan menghadapi rintangan besar dalam menerapkan sistem kontemporer.
  • Setelah keuntungan tercapai, ada kesulitan dalam mempertahankan keunggulan.
  • Organisasi sering tidak dapat berubah untuk mengakomodasi teknologi baru dengan cukup cepat

Pedoman Penyelesaian melakukan analisis sistem strategis

  • Memahami struktur dan dinamika persaingan industri dimana perusahaan beroperasi.
  • Memahami rantai nilai bisnis, perusahaan, dan industri
  • Mempertimbangkan bagaimana perusahaan dapat mengelola “peralihan strategis” sebagai usaha untuk menerapkan sistem yang memberikan keunggulan kompetitif.

Diposkan oleh donsantosa di 01.38

Label: SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

 

 

 

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s